myphonedaily.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menggelar sidang nasihat pra nikah pada Jumat (24/10) di aula utama rutan. Acara ini ditujukan untuk pegawai bernama Febrian Adi Guna, yang akan segera menikah. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Yulian Fernando, didampingi pejabat struktural, serta dihadiri calon mempelai dan pasangannya.
Read More : Kapolda Bengkulu Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP, Tegaskan Sinergi Bersih
Sidang pra nikah ini bukan sekadar formalitas. Kegiatan tersebut menjadi ajang pembekalan bagi pegawai yang akan membina rumah tangga, terutama bagi petugas pemasyarakatan yang memikul tanggung jawab besar.
Makna Sidang Nasihat Pra Nikah bagi Petugas Pemasyarakatan
Dalam sambutannya, Yulian Fernando menekankan pentingnya saling memahami antara pasangan sebelum menikah. Ia menjelaskan bahwa tugas seorang petugas pemasyarakatan penuh risiko dan menuntut kesiapan mental tinggi.
“Petugas pemasyarakatan harus siap kapan pun dibutuhkan, apalagi jika terjadi gangguan keamanan di rutan. Karena itu, dukungan pasangan sangat dibutuhkan,” jelas Yulian.
Ia berharap calon istri dapat memahami dinamika pekerjaan suaminya yang sering tidak mengenal waktu. Dukungan dan pengertian dari keluarga menjadi penopang utama dalam menjalankan tugas.
Menjaga Keharmonisan di Tengah Tekanan Pekerjaan
Yulian juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga meski pekerjaan penuh tekanan. Menurutnya, komunikasi yang baik dan saling pengertian menjadi kunci agar hubungan tetap kuat.
“Rumah tangga yang harmonis akan jadi sumber kekuatan, bukan beban,” ujarnya. Ia menambahkan, bagi petugas yang bekerja di lingkungan berisiko seperti Rutan Kelas IIB Bengkulu, dukungan keluarga sangat menentukan keseimbangan antara tugas dan kehidupan pribadi.
Baca juga: Festival Panen Raya Di Kecamatan Muara Bangkahulu Meriah
Membangun Fondasi Pernikahan yang Kokoh
Kegiatan sidang pra nikah ini menunjukkan komitmen Rutan Kelas IIB Bengkulu untuk membentuk keluarga pegawai yang tangguh dan harmonis. Dengan saling memahami tanggung jawab dan risiko pekerjaan, pasangan diharapkan bisa membangun rumah tangga yang kokoh dan saling mendukung.
Melalui kegiatan semacam ini, Rutan Bengkulu menanamkan nilai kekeluargaan dan profesionalisme secara seimbang. Keharmonisan di rumah diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas di tempat kerja.