myphonedaily.com – Harga emas Antam mengawali pekan ini dengan tren penurunan tajam. Berdasarkan pembaruan harga resmi Logam Mulia pada Senin (27/10), harga emas batangan Antam turun signifikan sebesar Rp23.000 per gram. Kini, harga emas Antam 24 karat berada di level Rp2.327.000 per gram, turun dari posisi akhir pekan sebelumnya yang masih stabil di Rp2.350.000.
Read More : Ekonomi Rakyat! Konflik Lahan Antara Warga Dan Perusahaan Tambang Di Bengkulu Utara Kembali Memanas!
Penurunan ini diduga kuat akibat tekanan dari pasar emas global, terutama setelah penutupan perdagangan Jumat lalu yang dipengaruhi oleh meningkatnya minat risiko (risk-on) di kalangan investor.
Penyebab Turunnya Harga Emas Antam
Jika kamu perhatikan, tren harga Antam sejak akhir pekan menunjukkan tekanan jual yang terus berlanjut. Pada Sabtu, 25 Oktober, harga sudah terkoreksi ringan sebesar Rp4.000 menjadi Rp2.350.000 per gram. Harga ini kemudian stagnan di hari Minggu karena aktivitas perdagangan yang minim. Namun, memasuki Senin pagi, tekanan akumulatif tersebut meledak dan membuat harga emas jatuh ke titik support baru di Rp2.327.000.
Dampak Penurunan Harga pada Buyback Emas Antam
Tak hanya harga jual, harga buyback emas ini juga ikut menurun. Pada Senin (27/10), harga buyback tercatat Rp2.192.000 per gram, turun Rp23.000 dari akhir pekan sebelumnya yang masih di Rp2.215.000. Selisih harga jual dan beli kembali ini menjadi risiko penting bagi trader emas jangka pendek yang perlu kamu perhatikan dengan cermat.
Strategi Investor Menghadapi Penurunan Harga Emas Antam
Meski harganya sedang anjlok, kamu yang menargetkan harga rendah justru punya peluang besar untuk membeli. Sementara itu, investor jangka panjang disarankan untuk tidak panik. Koreksi seperti ini bisa jadi momen tepat untuk menambah portofolio (strategi averaging down).
Peluang di Balik Penurunan Harga Emas Antam
Penurunan harga Antam di awal pekan ini menjadi pengingat bahwa pasar emas domestik sangat sensitif terhadap kondisi global, termasuk kebijakan moneter dan isu geopolitik. Volatilitas pasar mungkin akan terus berlanjut hingga akhir Oktober 2025. Bagi kamu yang cermat, momen ini bisa menjadi peluang investasi menarik sebelum harga emas kembali menguat.