Cerita Relawan MBG Bengkulu Kerja Sejak Subuh, Gaji Rp 3 Juta, Demi Sajikan Makan Bergizi Gratis

Relawan

Relawan

Myphonedaily.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bengkulu terus berjalan dengan semangat gotong royong yang luar biasa. Di balik ribuan porsi makanan yang dikirim setiap hari ke sekolah-sekolah, ada tangan-tangan muda penuh dedikasi seperti Rafian dan Selvi, dua remaja lulusan SMK Negeri 3 Kota Bengkulu yang kini menjadi relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Kampung Melayu.

Read More : Energi! Pln Bengkulu Jamin Pasokan Listrik Aman Jelang Akhir Tahun, Dukung Industri Lokal!

Setiap hari, keduanya sudah terjaga sejak pukul 03.00 dini hari, bersiap memulai aktivitas di dapur SPPG. Dengan seragam kerja lengkap seperti sarung tangan plastik, masker, dan penutup kepala, mereka sibuk memorsikan nasi dan lauk pauk untuk ribuan siswa di Kota Bengkulu.

“Tugas saya dan Selvi bagian nasi, teman lain bagian sayur, daging, dan buah,” ujar Rafian sambil tersenyum lelah namun bangga.

Makan Bergizi Gratis Bengkulu, Peluang Kerja untuk Lulusan SMK

Program Makan Bergizi Gratis Bengkulu bukan cuma soal gizi, tapi juga membuka kesempatan kerja bagi anak muda lokal. Sebanyak 10 alumni SMK Negeri 3 Bengkulu jurusan tata boga kini menjadi bagian dari relawan SPPG. Mereka terbagi dalam dua divisi utama yaitu tim pengolah makanan dan tim pemorsian.

Rafian bercerita, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, tapi juga bentuk praktik nyata dari ilmu yang mereka pelajari di sekolah. “Rasanya seperti lanjut praktik di sekolah, tapi sekarang dibayar,” katanya. Ia mengaku menerima gaji sekitar Rp3 juta per bulan, dengan jam kerja dari pukul 03.00 hingga 12.00 WIB, dan libur di akhir pekan.

Baca juga: Penataan Tenda Pedagang Rujak di Pantai Panjang Bengkulu Disambut Baik Penjual

3.000 Porsi Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Setiap Hari

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Kampung Melayu, Agnesia F, menyebut ada 47 relawan yang bekerja di dapur MBG tersebut. Mereka terdiri dari satu ahli gizi, satu staf akuntansi, satu kepala SPPG, dan puluhan tenaga muda lokal.

Dalam sehari, dapur MBG Kampung Melayu menyiapkan 3.011 porsi makanan bergizi gratis untuk tiga sekolah di Kota Bengkulu. Menu yang disajikan bervariasi mulai dari daging, telur, ayam, sayur, hingga buah segar agar siswa tidak bosan.

“Semua bahan kami olah dengan menu berganti setiap hari, supaya tetap menarik dan bergizi seimbang,” jelas Agnesia.

Penutup

Program Makan Bergizi Gratis Bengkulu bukan sekadar distribusi makanan, tapi juga gerakan sosial yang menyatukan masyarakat, sekolah, dan pemerintah. Lewat kerja keras para relawan seperti Rafian dan Selvi, ribuan siswa bisa menikmati sarapan bergizi setiap hari. Mereka adalah bukti bahwa kepedulian bisa dimulai dari hal sederhana dari dapur kecil di Kampung Melayu, Bengkulu.