myphonedaily.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu terus berupaya memperkuat sektor pertanian lewat program perbaikan jaringan irigasi di Rejang Lebong. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dan menjaga ketahanan pangan di Bengkulu serta daerah sekitarnya.
Read More : Tarian Daerah Bengkulu
Dukungan BWS Sumatera VII untuk Petani
Kepala BWS Sumatera VII Bengkulu, Wiel Mushawiry Suryana, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan sejumlah program strategis guna memperbaiki infrastruktur pengairan di beberapa kecamatan di Rejang Lebong.
Salah satunya adalah Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025, yang fokus pada pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi demi menunjang swasembada pangan. Selain itu, ada juga Program P3-TGAI (Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) yang melibatkan masyarakat petani. Program padat karya dari Kementerian PUPR ini bertujuan memberdayakan desa dan memperbaiki sistem irigasi agar lebih efisien dan berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan air pertanian terdistribusi dengan baik. Ini penting untuk menjaga kualitas panen dan kesejahteraan petani,” kata Wiel di Rejang Lebong, Rabu (15/10/2025).
Dana dan Peluang Tahun Depan
Tahun ini, Rejang Lebong menerima dana Rp800 juta dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR yang disalurkan lewat BWS Sumatera VII. Dana itu akan digunakan untuk memperbaiki jaringan irigasi di titik-titik strategis.
Wiel menambahkan, peluang untuk mendapatkan program lanjutan tahun 2026 masih besar. Ia mendorong pemerintah daerah segera mengajukan proposal agar bisa masuk dalam rencana anggaran berikutnya.
“Total anggaran nasional untuk irigasi sekitar Rp6 triliun, tapi Bengkulu baru menyerap Rp60 miliar. Kami harap Rejang Lebong bisa dapat porsi lebih besar tahun depan,” jelasnya.
Rejang Lebong Menuju Lumbung Pangan Bengkulu
Bupati Muhammad Fikri mengapresiasi dukungan dari BWS Sumatera VII terhadap pengembangan pertanian di wilayahnya. Ia yakin perbaikan jaringan irigasi jadi kunci menjadikan Rejang Lebong sebagai lumbung pangan utama Bengkulu.
“Kalau irigasi lancar, petani sejahtera, hasil panen pasti meningkat,” tegas Fikri.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, BWS Sumatera VII, dan petani lokal, Rejang Lebong diharapkan bisa menjadi contoh sukses pembangunan pertanian berkelanjutan di Bengkulu.